Samsung Android
Popularitas Android malah dimanfaatkan Samsung untuk meningkatkan penjualan smartphonebesutannya. Dengan sistem operasi robot hijau, Samsung sukses mendominasi pasar ponsel pintar dunia dengan kuasai 39,6 persen pangsa pasar. Kesuksesan perusahaan asal Korea Selatan itu sepertinya membuat Google khawatir.
Dilansir dari laman Wall Street Journal yang Liputan6.com Rabu (27/2/2013), eksekutif Google pun mulai mengungkap keresahan Google atas keberhasilan Samsung menggunakan Android.
Sayangnya belum ada keterangan resmi dari Google dan Samsung terkait pernyataan sumber WSJ itu.
Namun dalam sebuah rapat yang dilakukan tahun lalu, bos Android Andy Rubin pernah memuji keberhasilan Samsung dalam menjual perangkat Android. Dalam kesempatan itu Rubin juga memberikan peringatan kepada Google adanya kerawanan posisi jika Samsung terlalu unggul dibanding vendor lain.
Ada kekhawatiran Samsung akan menuntut lebih banyak dari Google dari kesuksesan yang dia dapat. Di sisi lain, vendor lain pun bisa jadi akan mengikuti jejak Amazon yang menggunakan sistem operasi Android, tapi dengan kustomisasi dan fitur yang dikembangkan sendiri.
Tapi di sinilah Motorola Mobility memainkan peranan. Menurut WSJ, Google membeli Motorola Mobility seharga US$ 12,5 miliar sebagai jaminan agar Android tak sepenuhnya dikuasai Samsung.
Sayangnya hingga saat ini belum terlihat adanya perangkat Android sukses yang diluncurkan Motorola. Tentu Google harus menghadirkan inovasi dengan menghadirkan perangkat Motorola, dan menjadikannya sebagai perangkat Android terbaik.
Dengan melihat situasi ini, tentu "X Phone" yang sedang dikembangkan Google di Motorola bisa menjadi jawaban. Tentu kita harus menunggu hingga Google membuka selubung misteri terkait X Phone, saat produk tersebut diluncurkan. (GAL)
tekno.liputan6.com